Wednesday, October 31, 2012

3 Weeks = 3 Kilogram

Ternyata untuk menurunkan berat badan bukannya sekedar mengurangi makanan enak dan berolahraga. Sebenernya sih yang terpenting adalah "NIAT". Iya, niat. Kalau gak ada niat buat diet pasti rasanya susah banget. Kebetulan niat saya untuk diet karena salah satu usaha untuk mempunyai keturunan. Dengan mengurangi 5% dari berat badan, bisa menambah prosentase untuk hamil. Jadi gak ada salahnya kan untuk diet? Apalagi baju-baju saya yang sudah gak muat bisa di pakai lagi :)

Setelah banyak baca artikel di internet, akhirnya saya memutuskan untuk olahraga sepeda statis pagi dan sore, makan pagi yang sehat (kebetulan ini saya sudah lakuin hampir setahun) dan menghindari banyak makan nasi, terutama nasi putih. Hasilnya setelah 2 minggu menjaga gaya hidup seperti itu, saya bisa turun 3 kilogram dalam 3 minggu. So happy with the result. Dan itu bukan perkara mudah loch! Karena saya tipikal orang yang suka coba semua makanan. Dan itu dimulai dari saya kecil, yang setiap seminggu dua kali pasti mencoba semua tempat makan yang baru. Alhasil dari icip-icip menjadi sebuah kebiasaan. Dan suami saya pun juga ketularan seperti saya :))

Untuk blogger yang mau kurus dengan cara sehat tanpa obat mungkin bisa ikuti cara saya:

Pagi:
Olahraga (kalau saya sepeda statis) selama minimal 15 menit. Jangan lupa stretching ya!
Makan pagi dengan Oats + buah.
Atau bisa juga dengan corn flakes + susu + buah



Siang:
Karena saya suka masak, saya bereksperimen membuat makanan sendiri :) Hari pertama saya diet saya buat ayam digoreng dengan margarine low fat lengkap dengan sayur dan kentang di kukus. Oh ya, sebelum di goreng, ayamnya di marinate dengan garam dan perasan jeruk lemon ya. Biar gak amis dan tasty.

Ayam goreng margarine ala saya :)

Kalau di bawah ini, menu diet hari kedua saya. Akhirnya saya memutuskan untuk selang seling diet nasi. Jadi karena hari pertama tidak makan nasi, di hari kedua saya makan nasi. Kebetulan suami mendukung saya untuk diet, jadi rela untuk ikut makan makanan diet saya. Jadi saya buatlah nasi goreng udang margarine + sayur bayam bening.
Nasi goreng udang margarine + sayur bayam bening


Nah kalau yang ini favorite suami saya. Awalnya iseng-iseng pengen diet tapi tetep bisa makan daging yang enak. Kebetulan di lemari es ada daging yang sudah diiris tipi untuk dendeng. Sebelum daging di goreng dengan butter, marinate dulu daging dengan italian seasoning + ground black paper. Diamkan selama +/- 30 menit. setelah itu baru di goreng dengan margarine. Nah supaya semakin harum, goreng daging dengan onion. Pastikan onion diangkat sebelum daging matang, karena onion gampang sekali matang. Dan jadilah seperti foto di bawah ini. Sampai sekarang suami saya selalu req untuk dibuatkan terutama weekend time.

Daging goreng margarine ala chef Wiwis :)

Sore menjelang malam:
Olahraga seperti tadi pagi. Minimal 15 menit ya!
Ternyata susah banget untuk gak makan malam. Alhasil daripada saya sakit, saya tetap makan kentangnya dan sayur-sayuran. Jangan lupa, dilengkapi dengan buah :)

Itulah yang saya lakukan selama 3 minggu untuk bisa menghilangkan 3 Kg berat badan. Saat ini saya sudah bisa makan seperti biasa, tapi tetap mengurangi porsi makan, olahraga, makan pagi sehat dan makan buah setiap hari. So selamat mencoba ya!


Thursday, October 18, 2012

Life is full of CHOICES

Sering kali saya mendengar kalimat: "lo sih salah pilih" atau "makanya jangan asal pilih". Kalimat itu sering terucap oleh kita ataupun semua orang disaat kita menyesali apa yang sudah kita beli ataupun masalah lainnya. 

Dulu, waktu saya ABG saya sering dinasihati oleh orang tua, untuk jangan salah memilih teman. Karena teman bisa membuat kita kejalan yang baik ataupun sebaliknya. Disaat saya beranjak dewasa, orang tua menasihati untuk jangan salah memilih calon suami. Bahkan sampai saat ini pun nasihat orang tua untuk tidak salah memilih masih saja sering saya dapatkan. 

Yes, selama hidup, beragam macam pilihan akan selalu ada. Mau pilih makan makanan Indonesia atau Western? Mau beli baju yang mahal atau murah? Mau nonton comedy romantic atau action? Atau mau pilih jadi manusia yang happy atau unhappy? Dan semua pilihan di tangan kita, walau terkadang opini sekitar juga menjadi bahan acuan kita untuk memilih.

Saat ini, setelah saya sudah menikah lebih dari 3 tahun, saya memilih untuk jadi Ibu Rumah Tangga. Pilihan yang tidak mudah dan sulit juga untuk dijalani. Bayangkan setelah 9 tahun bekerja, sekarang saya harus dirumah mengurus rumah tangga. 

Satu bulan pertama, i was really enjoy being a housewife. Saya mempunyai banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak pernah saya lakukan selama bekerja. Tidur malam - bangun siang dapat saya lakukan, novel-novel yang sudah lama saya beli akhirnya dapat saya baca, nonton DVD tanpa di ganggu suami pun kerap saya lakukan. Sungguh luar biasa. Dan perlahan-lahan rasa enjoy itu hilang dibulan ke-empat. 

Rasa kesepian melanda, rasa tidak berguna pun melanda. Apalagi uang di tabungan juga sudah mulai menipis, karena gaji yang saya terima hanya satu yaitu dari suami. Biasanya 2 gaji yang saya terima, tapi sekarang..... 

Bukan hal yang mudah untuk melewati semua itu. Berdoa dan curhat kepada orang yang kita cintai adalah jalan yang terbaik. Beruntung saya memiliki sahabat yang sudah mengenal saya sejak SMP. Beruntung juga saya juga memiliki orang tua (terutama Mama) dan suami yang bisa terus mensupport saya. Hingga pada akhirnya saya sadar, bahwa menjadi Ibu Rumah Tangga adalah pilihan yang tepat untuk saya saat ini, dikarenakan ada hal yang ingin saya capai.

Tujuan menikah saya dan suami seperti kebanyakan pasangan, yaitu karena saling mencintai dan ingin memiliki keturunan. Sayangnya tujuan kami untuk memiliki keturunan belum dapat diwujudkan. Mungkin bagi beberapa orang belum memiliki keturunan dalam waktu 3 tahun adalah biasa, karena kurun waktu masih belum terlalu lama. Tapi bagi saya dan suami 3 tahun dalam penantian bukanlah hal yang sebentar. Maka dari itu saya mencoba untuk beristirahat di rumah dengan harapan bisa memiliki momongan. Karena ada beberapa teman yang seperti itu. Setelah beristirahat di rumah, ternyata mereka hamil. Mungkin karena tidak lagi tekanan atau stress seperti pada saat di kantor.

Jangan stress!! Akhirnya kalimat itu yang saya dengar dari Mama, suami dan sahabat saya. Sekejap saya tersadar, bahwa apa yang mereka katakan benar. Believe it or not, stress memicu otak untuk mengirim sinyal yang mempengaruhi hormon pengendali ovulasi. Menurut penelitian di Amerika Serikat, stress bisa menurunkan kualitas sperma dan sel telur hingga menurunkan hasrat untuk untuk berhubungan seks (source http://www.ayahbunda.co.id/ ).

Bersyukur bisa dikelilingi orang-orang yang menyayangi saya. Dan bersyukur Tuhan menyadarkan saya melalui mereka. Sehingga saya sadar, bahwa pilihan saya untuk berhenti bekerja karena saya ingin memiliki keturunan. Dan saya harus bisa menghindari stress sebagai salah satu penghalangnya.Semenjak itu saya memilih untuk bisa enjoy dengan kehidupan saya saat ini.

Mungkin menjadi Ibu Rumah Tangga bukan pilihan yang tepat untuk orang lain. Tapi bagi saya menjadi Ibu Rumah tangga merupakan pilihan yang tepat saat ini. Dan saya sangat menikmati disaat saya harus masak untuk suami. For me, cooking could help me to let stress away.

Dan saat ini saya ingin menghilangkan anggapan miring orang lain yang mengatakan bahwa menjadi Ibu Rumah Tangga akan kehilangan teman, menjadi Ibu Rumah Tangga membuat kita tidak mengetahui hal-hal diluar sana ataupun menjadi Ibu Rumah Tangga tidak bisa menghasilkan uang.

Menghasilkan uang?? Ya, saya ingin menjadi Ibu Rumah Tangga yang mempunyai pemasukkan atau uang sendiri. Bertambah satu lagi tujuan hidup saya. Diantara tujuan hidup yang begitu banyak, kini 2 tujuan hidup yang menjadi prioritas hidup saya, yaitu menjadi seorang Ibu dan menjadi wirausaha. Mungkin bukan hal yang mudah, tapi segala sesuatu dimulai dari mimpi. Dengan mimpi manusia bisa mengetahui apa yang harus digapai dan bagaimana cara menggapainya...

Entah apa yang meyakinkan saya saat ini. Tapi ada satu magic word yang saya miliki saat ini, yaitu Man Jadda Wajada (barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil - "if there is a will there is a way"). Saya sebut magic word, karena setiap saya mengingat kalimat tersebut hati saya menjadi penuh dengan semangat. Dan saya pun berpikir, setiap niat baik Insya Allah akan diberikan jalan.

Tuesday, October 16, 2012

Kutu Loncat

9 tahun sudah berlalu disaat saya lulus dari Universitas Bina Nusantara. Sistem paket yang dimiliki oleh kampus tersebut membuat kami harus lulus cepat.

Saya ingat pertama kali bekerja sebagai Branch Secretary disalah satu Insurance besar di Indonesia. Gaji yang saya dapatkan adalah berdasarkan kedatangan saya. Bisa juga disebut karyawan harian walau pada saat itu saya adalah pegawai kontrak langsung dari perusahaan tersebut bukan Outsourcing. Walau seperti itu rasanya mendapatkan pekerjaan dan menerima gaji pertama sungguh tidak terlupakan. Apalagi pada saaat itu gedung tempat bekerja saya bukanlah sebuah ruko ataupun gedung kecil, melainkan gedung tertinggi di sepanjang jalan Kebon Sirih. 

Setahun berlalu, saya mencoba untuk mencari karir di tempat lain. Tapi kali ini adalah perusahaan perseorangan dan di sebuah ruko. Dan mereka menawarkan saya untuk menjadi karyawan Permanent. 

Memang berbeda rasanya bekerja di perusahaan besar dan kecil. Dari Management sampai environment yang saya rasakan juga berbeda. Rahasia bisa menjadi milik bersama di kantor kedua saya ini. Akan tetapi persahabatan saya dengan rekan kerja lebih dekat dikarenakan ruang lingkup yang kecil.

Bisa dibilang saya ini adalah "kutu loncat", karena terlalu sering berpindah pekerjaan. Yang saya inginkan adalah menjadi pegawai Permanent di kantor besar. Sayang Dewi Fortuna tidak berpihak kepada saya. Keinginan saya tidak pernah tercapai sampai saat ini. Perusahaan besar lebih percaya untuk menyerahkan urusan kepegawaiannya kepada outsourcing. Mungkin karena posisi yang saya apply bukanlah posisi yang krusial atau level management keatas. 

6 perusahaan dalam 9 tahun. Kalau di rata-rata, saya bekerja paling lama 1,5 tahun dalam satu perusahaan. Tapi itu dalam perhitungan matematika, yang sebenarnya saya pernah bekerja selama hampir 4 tahun di PT. Coca-Cola Indonesia. 

Tidak pernah terbesit dalam pikiran saya dapat merasakan bekerja di sebuah perusahaan yang dikenal di seluruh dunia. Siapa yang tidak tahu Coca-Cola, Fanta, Sprite, Frestea ataupun Minute Main Pulpy Orange (sepertinya boss CCI harus memberikan saya beberapa box minuman untuk ini :D). Pasti semua akan tahu merk minuman yang saya sebutkan diatas. 

Full of experiences , challenges and memories as well when i was working at there. Saya jadi mengetahui begitu banyak pengetahuan bekerja disana. Karena dari sebuah botol pun sebenarnya banyak hal yang dapat kita ketahui. Apa itu crown, label, etc. 

Tetapi seperti yang saya tulis diatas, bahwa Dewi Fortuna tidak berpihak kepada saya. Setelah hampir 4 tahun saya harus mengakhiri pekerjaan saya disana. Akan tetapi saya tetap bahagia, karena mengakhiri perjalanan karir disana dengan sangat baik. Happy ending, seperti itulah yang saya rasakan. 

Itulah akhir perjalanan saya menjadi kutu loncat. Dan saya tidak pernah menyesal menjadi kutu loncat, karena begitu banyak hal yang saya dapatkan selama menjadi kutu loncat :) 



Last day as Coke ambassador :)